Lagi, Wartawan Dianiaya Saat Bertugas, Ketum PJI : “Itu Perbuatan Biadab”

Senin, 29 Maret 2021 | 10:10 pm | 224 Views |
NEWSLINEINDONESIA.COM- Penganiayaan terhadap seorang Jurnalis kini kembali terjadi. Kekerasan saat menjalankan tugas jurnalistik di rasakan oleh seorang wartawan MajalahTempo bernama Nurhadi, hal ini terjadi pada Sabtu malam lalu tanggal 27 Maret 2021 di Surabaya Jawa Timur.
 
Menyikapi dan menindaklanjuti kejadian ini, Ketua Umum Persatuan Jurnalistik Indonesia (PJI) langsung mengirimkan surat terbuka kepada Kapolri melalui Kapolda Jawa Timur karena korban Nurhadi telah melaporkan peristiwa yang dialami olehnya ke SPKT Mapolda Jatim, dan kepada Instansi yang terkait.
 
Guna menjelaskan kepada Publik, Ketum PJI Hartanto Boechari, mejelaskan tindak pidana yang di lakukan oleh terduga pelaku merujuk pada Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Nomor.40 Tahun 1999 Tentang Pers. Selain itu kata Hartanto bahwa perlakuan terduga pelaku juga merujuk pada Undang-Undang No.39 Tahun 1999 Tentang Tentang Pers, Undang Undang Nomor. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Azazi Manusia, Dan Undang-Undang Nomor.12 Tahun 2005 Tentang Pengesahan Konveksi, Hak Sipil dan Politik.
 
Oleh karena itu Ketum PJI ini meminta Kapolda Jatim agar segera mengusut tuntas kasus ini, sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.
 
Apalagi kata Hartanto Boechari Kekerasannya jelas memenuhi ketentuan KUHP serta merupakan delik Pidana Biasa. Pasal penganiayaan, penyekapan dan lainnya.
 
Selain kepada Kapolda Jatim, Hartanto juga  berharap kepada Ombudsman RI Perwakilan Jatim, Kompolnas RI, Komnas HAM RI, Kajati Jatim, Ketua PN Surabaya dan berbagai instansi lain yang berkompeten serta berkaitan untuk menjalankan fungsinya secara proporsional dan profesional. 
 
Kemudian Hartanto juga berharap kepada semua rekan jurnalis khususnya anggota PJI dan semua organisasi jurnalis agar, mengawal ketat kasus hukumnya hingga tuntas. Dan khususnya anggota PJI agar melaporkan perkembangannya secara periodik kepada Ketua Umum PJI. 
 
Secara umum bila jurnalis yang sedang melaksanakan tugasnya di halang-halangi didalam melaksanakan tugas jurnalistik atau mengalami permasalahan terkait tugas jurnalistiknya/pemberitaannya, seyogyanya organisasi jurnalis yang bersangkutan melakukan pembelaan secara profesional proporsional. Pintanya (red)
 
Editor : Raden.Wahyudi

Related Post

It seems we can’t find what you’re looking for. Perhaps searching can help.

Leave a Reply