Diduga Oknum Pejabat UKPBJ Propinsi Jambi ‘Bersekongkol’ Dengan Rekanan

Jumat, 4 September 2020 | 1:24 pm | 164 Views |
KOTA JAMBI- Proses pelelangan Proyek yang di laksanakan oleh UKPBJ Propinsi Jambi kali ini terpantau masih menuai polemik, hingga ke tengah-tengah masyarakat. 
 
Persekongkolan jahat yg di duga dilakukan oleh oknum-oknum pejabat di UKPBJ, juga diduga telah menyalahgunakan hak wewenang dan jabatannya dengan menguntungkan oknum kontraktor yang merupakan keluarga pada di kantor tersebut. Hal ini disampaikan oleh Anang Irianto Korlap AMPUTASI (Aliansi Masyarakat Anti Manipulasi dan Korupsi). Pada aksi nya hari ini Jum’at 4 September 2020, sekira Pukul.10:00 wib pagi tadi.
 
Anang Irianto yang merupakan Ketua LSM FAAKI ini juga menduga, bahwa selama ini ada keterlibatan oknum pejabat UKPBJ Prov Jambi, yg diduga dengan sengaja memberikan HPS, OE dan EE (RAB) kepada pihak rekanan sebelum rekanan tersebut ikut tender dan melakukan penawaran kegiatan proyek itu sendiri. Ketika rekanan tersebut ingin MengUpload dokumennya diduga telah ‘diperiksa’ lebih dulu oleh oknum tertentu agar kebenaran dan kelengkapannya sesuai yg di HPS yg diberikan, Tuding Anang.
 
“Jadi Bagaimana mungkin pihak rekanan lain bisa menang”, ujar Anang, geram. 
 
Hal ini sudah jelas-jelas saja melanggar Aturan dan Perundang-undangan yg berlaku. Tidak boleh ada Monopoli proyek dan persaingan usaha yg tidak sehat, begitu juga dengan hal yang terkait lainnya seperti penyalahgunaan wewenang dan jabatan. 
 
” Modusnya apabila ada rekanan lain yg Penawarannya lebih rendah atau dokumennya lengkap, pasti prosesnya selalu berubah jadwal, bahkan sampai lima kali perubahan, hingga pihak rekanan yg ‘dijagokan’ pihak UKPBJ dimenangkan” Tambah Anang membeberkan dugaan penyimpangan proses tender yang selama ini cukup meresahkan.
 
Terpisah, Abdullah, ketua LSM JPK pada kesempatan ini mempertanyakan efisiensi waktu berjalannya kegiatan-kegiatan APBD ini. “Ini sudah masuk pada Triwulan akhir, kapan lagi kontraktor bekerja kalau proses di UKPBJ saja masih berubah terus jadwalnya. Semuanya online kenapa banyak kontraktor pada ngumpul tiap malam sampai subuh?” Imbuh Abdullah. 
 
Sementara itu Agus yg mewakili pihak UKPBJ, saat menerima para pengunjuk rasa ini terdengar mengatakan bahwa prosesnya bukan disini saja, ini semua oleh tim mulai dari perencanaan, seleksi dan pemenang. Kalo dari perencanaan bahan-bahan yang terlambat diberikan oleh OPD, kami juga tidak bisa menayangkan. Tegas Agus 
 
Terkait berulang-berulangnya jadwal penayangan dan adanya perubahan, Agus menambahkan bahwa, rekanan yang membuat penawaran masih banyak kekurangan”. Tandasnya (Frd)
Editor : Raden.Wahyudi

Related Post

Leave a Reply