Ruu Omnibus Law Trik Pemerintah Pulihkan Ekonomi Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19”

Senin, 24 Agustus 2020 | 8:40 pm | 202 Views |
JAKARTA- Peristiwa Covid-19 hingga kini terus saja menjadi perbincangan hangat baik di tingkat menengah kebawah hingga ke parlemen pastinya. Hal ini tentu saja berdampak negatif bagi pergerakan manusia dengan berbagai aturan yang telah dibuat oleh pemerintah Republik Indonesia, selain berdampak pada penyempitan  aktivitas manusia di Indonesia namun yang lebih parahnya lagi  berdampak pada grafik ekonomi masyarakat.
 
Seperti Talk Show di Kantor Badan Intelijen Negara (BIN) pada hari ini Senin, 24  Agustus 2020, Talk Show yang membahas tentang Pemulihan ekonomi masyarakat diperbincangkan, guna mencari solusi terbaik tentunya.
 
Pada Talk Show ini, menghadirkan Narasumber yaitu : Deputi VII Badan Intelijen Negara, Dr. Wawan H. Purwanto.
Dengan seorang Moderator yakni Dyah Ayu Permatasari (Pepy).  Diskusi yang dimulai pada Pukul.10:00 wib pagi tadi tampak berjalan baik dan khidmat.
 
Dari dalam ruang diskusi, terdengar Moderator dan Narasumber tampak saling tanya jawab soal buruknya perekonomian Indonesia akibat Pandemi Covid-19 dan solusi memulihkan ekonomi itu sendiri.
 
Efek dari pandemi covid-19 yg sampai saat ini blm selesai. Dari kacamata intelijen, itu bagaimana ? Tanya Pepi kepada Wawan.
 
Jawab Wawan: ” Efek covid-19 sangat besar pada ekonomi di seluruh dunia umumnya, dan bahkan mengarah pada politik dan sosial. Kita berupaya masyarakat indonesia diberikan literasi bahwa pemerintah memberi upaya luar biasa agar ekonomi bisa bangkit. Upaya tersebut seperti membuka kembalu mall, usaha Masyarakat dan lain sebagaiknya. Kemudian penerapan protokol kesehatan yg ketat, sehingga ekonomi bisa berjalan tapi di saat yg sama kita bisa menekan covid. Ujar Wawan kepada Moderator.
 
Lanjut Wawan mencotohkan pada negara lain. Di korea misalnya, saat ini sistim PSBB diperketat lagi karena ketika dibuka, peyebaran covid kembali tinggi. Sednagkab kita sudah membuka PSBB tapi kita tetap memperhatikan  protokol kesehatan, Jelasnya.
 
Pepi : Nah, Kita tidak tau sampai kapan masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan, dan kapan Covid-19 akan berakhir pun kita tidak tau, tebtu saja saat ini masyarakat terus saja berupaya untuk memulihkan ekonominya. Nah strategi BIN sendiri bagaimana untuk memulihkan ekonomi saat ini ? Tanya Pepi lagi.
 
Wawan: masyarakat harus optimis. Bin sudah mengumpulkan para pakar terbaik untuk bisa menciptakan obat maupun vaksin. Obat ini dengan unair yg lebih dulu mendeclare itu. Kalo vaksin kita masih kejar ke lab eijkman, vaksin merah putih, blm selesai. Pro kontra itu biasa, ini karya anak bangsa, kita terbuka, intinya bagaimana menciptakan yg terbaik. Disamping itu masyarakat harus taat azas, ikuti protokol kesehatan dgn baik. Tegas Wawan
 
Pepi: industri msh menunggu, investasi msh menunggu dana yg masuk utk penanaman modal di indonesia, kira2 bagaimana caranya agar meningkatkan hal ini, miaalnya nya dgn penyederhanaan regulasi, agar ekonomi segera bangkit?
 
Wawan: kita punya 79 UU ketenagakerjaan, uu investasi dll, penerapan di daerah pun beragam, kita coba sederhanakan dgn layanan cepat ringkas, ini win win solution, karena 79 uu pasti belanja masalahnya makin rumit. Pro kontra biasa. Nanti kan ada uji publik minimal di 5 kota besar, diikuti masy luas, buruh, okp, mahasiswa, elemen2 masyarakat. Masyarakat jg ada yg terkena hoax , misalnya mereka membaca dan memprotes isi RUU yg sudah diubah, sehingga tidak tepat. Intinya RUU ini ingin menciptakan lapangan kerja tidak hanya di Jawa, tapi juga di luar Jawa. Selama ini berbeda penerapannaya di Jakarta dgn di Aceh, di amaluku, karena ada tumpang tindih penerapan di daerah, padahal UU nya sama. Yg paling bahaya adalah pengangguran terdidik. Terang Wawan.
 
Pepi: RUU Omnibuslaw bertujuan agar masyakat bisa menikmati kemudahan akselerasi pertumbuhan ekonomi kita, tapi masih ada yg salah mengartikan rencana baik ini, bagaimana? Tanya Pepi lagi.
 
“Resistensi itu biasa. Tapi kan ternyata banyak resistensi terjadi karena salah paham seperti banyak yg blm paham isi ruu nya, ada elemen buruh yg ikut pembahasan kemudian keluar, namun saat ini sudah kembali mendukung. Karena sudah mengerti bahwa ruu ini bertujuan baik. Yg penting adalah bagaimana menciptakan SDM agar dapat mengisi lowongan pekerjaan yang nanti tersedia. Kalau nanti kita bisa memenuhi semua sendiri, pada akhirnya, kita bisa menciptakan produk yg berkualitas namun murah, Jelas Wawan kembali.
 
Pepi: karena pandemi covid ini banyak pekerja yang terdampak seperti terdampak atau dirumahkan, mungkin setelah omnibus law ada, mereka bisa bekerja lagi?
 
Wawan: memang saat ini di masa pandemi, banyak yang dirumahkan, pengurangan pegawai, konsuksi menurun, daya beli kurang, sehingga pemerintah memberikan Stimulus berupa bantuan langsung, seperti bantuan langsung tunai, tapi ini hanya sementara. 
 
Diharapkan kita bisa mencapai 0 persen, walaupun saat ini masih minus 5 persen. Kita diuntungkan dgn alam yg kaya, sehingga masih banyak masy yg bisa memanfaatkan alam untuk makan. Walaupun untuk sekolah, ada yg terkendala dgn wifi dlm tapi disiasati dgn tatap muka terbatas. Terangnya.
 
Pepi: bagaimana kita mensinkronkan ekonomi global dgn domestik ?
 
Wawan: kita selalu mensinkronkan komunikasi dgn negara2 eksportir dan importir. Sekarang kita udah buka 135 perbatasan dan bandara tanpa meninggalkan protokol kesehatan, sebelumnya kita tutup semua. Kita memberi insentif bagi investor yg ingib masuk, ini dimanfaatkan betul. Makanya masyarakat jangan mudah termakan hoax. Harap Wawan.
 
Seberapa penting omnibuslaw bidang ketenagakerjaan dpt bermanfaat bagi masyarakat. Tanya Pepi ?
 
Terang Wawan lagi,  ” idealnya dari 10 persen masy, ada 2 persen yg merupakan pengusaha atau Enterpreneur. Untuk jadi Enterpreneur handal jangan hanya senang ketika pasang, tapi ketika surut tetap bersemangat. Kematangan SDM yg paling utama. Tidak ada pemerintah yg ingin menyengsarakan rakyatnya, Begitupun pemerintah indonesia. Tapi semua butuh proses, sekarang bisnis tdk harus punya pabrik sendiri, bisa dari rumah. Bagaimana memhuat produk sendiri, karena produk sendiri berbeda dengan membeli di luar. Bisnislah berbasis riset, bukan trial and error. Karena trial and error lebih banyak erornya Dengab RUU omnibus law ini kita jangan hanya bersaing dgn kawan sendiri, tapi dgn masyarakat global. 40% penduduk Asia Tenggara ada di Indonesia, kita merupakan pasar tersendiri. Terangnya lagi.
 
Kita pernah krisis juga pada tahun 1998 dan 2008 alhamdulillah kita jg bisa melewatinya. Tahun 1998 rupiah rontok, tapi yg ekspor ke Eropa angkanya naik, begitu pula sebaliknya ketika krisis global tahun 2008, dolar hancur, kita bertahan dgn umkm. Tapi pada 2020 ini kita krisis menghadapi lawan yg tidak kelihatan yaitu covid-19. Kalau kita bersatu, kita pasti bisa dalam bisnis jgn takut rugi atau mencoba, yang penting neraca akhir tahun kita tetap untung. Insyaallah kita bisa menciptakan robot2 bahkan saking seringnya juara akhirnya dilarang ikut lomba lagi. Apalagi  perintah presiden untuk mengatasi pandemi ini.
 
Ketika pertama terjadi di wuhan, kami langsung mengadakan rapat dengan BNPB dan Kemenkes, kita memutuskan tutup 135 perbatasan setelah ada suspect pertama. Kita bergerak Rapid test di seluruh Jawa. Kita semprot Dekontaminasi di seluruh wilayah setiap hari siang dan malam. Terang Wawan diakhir dialog. (UPI)
 
Editor : Raden.Wahyudi
 
 
 

Related Post

Leave a Reply