Kepala Sekolah SMAN 4 Tanjab Barat, Diduga Pungli PPDB

Rabu, 15 Juli 2020 | 6:21 pm | 493 Views |
TANJABBARAT- Kepala sekolah SMAN. 4 Tanjab Barat, Ependi, kali ini diduga melakukan perbuatan tercela dalam dunia pendidikan di wilayah tersebut, dugaan  pungli biaya pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di SAMN.4 itu tentu mencoreng nama nyaknya sendiri selaku kepala sekolah. Apalagi didugam memungut hingga Rp.90.000,/murid.
 
Selain itu kepala sekolah Ependi dinilai telah mengangkangi surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Propinsi Jambi Tentang Komite sekolah.
 
Terkait dugaan perbuatan yang memalukan ini Kepala sekolah SMAN 4 Tanjab Barat, Propinsi Jambi, Ependi, saat dikompirmasi wartawan diruang kerjanya selasa kemarin tanggal 14 Juli 2020 ia (Ependi-red) sempat berdalih, dan mengklaim kabar bahwa kabar tersebut tidak benar, dan hingga pada akhirnya mengaku.
 
” Mengenai kabar adanya pungli terhadap pendaftaran murid baru sebesar Rp. 90.000,/calon siswa itu, itu tidak benar pak, jadi uang sebesar Rp. 90.000, itu maksudnya adalah uang iuran komite sekolah untuk tiga bulan kedepan, sebab iuran komite per/bulan nya itu sebesar Rp. 30.000,/bulannya, tetapi untu siswa kurang mampu seperti anak yatim piatu kita tidak paksakan, begitu pak”. dalih kepala sekolah ini, untuk meringan bahasa pungli yang di berlakukan kepada nya.
 
Dalam hal ini pihak sekolah juga dinilai telah mengangkangi isi surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jambi tertanggal 11 Oktober 2019 tentang Komite sekolah yang disana melarang sekolah/komite sekolah melakukan pungutan atau sumbangan dari wali murid dalam berbentuk uang ?
 
“Di dalam surat edaran Disdikbud tersebut hal itu memang ada, tetapi ada yang bersifat dimana kebutuhan sekolah dapat dibantu oleh wali murid, memang sifatnya bukan berbentuk uang, tetapi kan kalau berbentuk uang lebih muda kita kelola, pak. Tutur Ependi mengaku.
 
“Mengenai pengelolaan Dana BOS disekolah kita semuanya diketahui para guru dan bendahara,pak. Tambahnya membela diri.
 
Dalam hal ini masyarakat setempat yang berada di Kecamatan Merlung, Kabupaten, Tanjung Barat meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jambi untuk menindak tegas kepala sekolah ini dan seyogyanya Dinas Pendidikan Propinsi Jambi lebih tegas dalam menjalankan aturan dan peraturan yang ada yaitu terkait pendidikan geratis Tampa pungutan liar.
 
Selain itu Disdik Propinsi Jambi juga diminta untuk memberikan sangsi yang tegas kepada Kepala sekolah yang melanggar aturan seperti ini. Ucap seorang warga yang tidak ingin namanya di pubhlikasikan kedalam berita ini. (Brkt)
 
Editor (Rd.Wahyudi)

Related Post

Leave a Reply